Minggu, 03 Juni 2018

REFORMASI adalah SEBUAH KEBOHONGAN YANG MENYENGSARAKAN RAKYAT INDONESIA

Berikut adalah beberapa pendapat dari beberapa Kepala Negara tetangga.
Mahatir M: "Krisis ekonomi 1998 memang dirancang untuk menjatuhkan Pak Harto. Jika Pak Harto tidak jatuh, Indonesia akan jadi Negara maju.."
Lee Kuan Yew: "Pak Harto pemimpin luar biasa. Beliau harus mendapat tempat terhormat dalam
sejarah Indonesia ..."

Sultan Bolkiah: "Dipimpin Pak Harto Indonesia bersatu. Pemerintahan stabil, ekonomi maju sangat pesat. Sangat disayangkan beliau dijatuhkan"

Pak Harto berkali-kali mengutarakan niatnya untuk mundur, namun beliau melihat adanya ancaman luar biasa besar yang membahayakan Bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Fitnah KKN terhadap Pak Harto dan keluarga, yang kemudian dituangkan dalam TAP MPR utk memeriksa harta kekayaannya, ternyata tidak terbukti.

Majalah TIME agen konspirasi global telah memfitnah Pak Harto & keluarganya dengan tuduhan punya simpanan USD 30 Miliar ternyata tidak pernah terbukti sama sekali. Berbagai Tim Khusus dibentuk pemerintah untuk menyelidiki harta Pak Harto, namun satu pun tidak pernah menemukan rekening, SDB, dsb di perbankan asing. "Silahkan cari kemana saja, jika terbukti saya ada simpanan 1 sen saja, saya siap dihukum mati.." kata Pak Harto pada waktu itu. Semua tuduhan itu terbukti hanyalah fitnah belaka.

Belakangan terbukti, Pak Harto dijatuhkan oleh Konspirasi Global (P Demokrat AS-PKC China dan sekutunya) yang berkolusi dengan kelompok anti Soeharto. Penyebab utama Pak Harto dijatuhkan karena kemesraan dan keberpihakan Pak Harto yang besar kepada umat Islam sejak 1986, dan ada pihak2 tertentu yang marah.

Memang Indonesia merdeka pada tahun 1945, namun kemerdekaan umat islam di Indonesia sejatinya baru terjadi pada tahun 1986/1987, setelah Pak Harto berpaling ke Islam. Sebagai manusia Pak Harto sudah pasti tidak sempurna, ada kelemahan, kesalahan dan kekurangan, namun beliau tetap merupakan Pahlawan. Jasanya sungguh luar biasa besar. Terbukti pada beberapa hari setelah PKI melancarkan gerakan Gestapu dengan membunuh para pimpinan TNI AD, ulama-ulama dan tokoh-tokoh anti PKI di seluruh Indonesia, Pak Harto mampu melakukan serangan balik yang membuat PKI menjadi hancur berantakan.

Dari dokumen rahasia CIA yang sudah boleh diakses publik ditemukan catatan pejabat CIA tentang pertemuan pertama CIA dgn Pak Harto awal Oktober 1965. CIA belum pernah buka ke publik, Pak Harto juga tidak pernah ungkap mengenai pertemuannya dengan CIA beberapa hari setelah G30S/PKI di Jakarta. Laporan CIA itu menyebutkan bahwa setelah PKI melakukan Gestapu, TNI AD  yang di pimpin Mayjen Soeharto berhasil menggagalkan PKI untuk mengendalikan Indonesia. Faktor utama kegagalan Gestapu PKI, menurut CIA adalah 'timing' yang tidak tepat dan lolosnya jenderal Nasution.  Gestapu yang dilakukan 5 hari sebelum HUT TNI 5 Okt 1965 ADALAH SEBUAH KESALAHAN FATAL. Gestapu PKI dilancarkan pada saat seluruh pasukan TNI dan pimpinan TNI sedang berkumpul di Jakarta. Saat itu ada mobilisasi pasukan dalam rangka HUT TNI. Sosok jenderal Nasution yg berhasil selamat waktu itu menjadi modal Soeharto untuk mampu meyakinkan TNI AD dan memobilisasi TNI.

Kesalahan fatal kedua PKI adalah meremehkan sosok Soeharto yang hanya seorang panglima pasukan cadangan TNI AD, dulu Kostrad tidak seprestisius seperti sekarang. Panglima Kostrad Mayjen Soeharto sebagai pimpinan pasukan cadangan pada saat itu memang tidak diperhitungkan PKI sebagai pimpinan utama TNI AD. Apalagi posisi Mayjen Soeharto berada diluar dari jajaran petinggi TNI AD di Kemenpangad saat itu. Under estimated terhadap Soeharto juga disebabkan karakternya yang tidak menonjol. Soeharto tidak terseret dalam faksi tertentu di TNI AD.
CIA mengungkap sikap low profile Soeharto disebabkan oleh kegagalan besar Operasi Trikora Pembebasan Papua Barat, di mana TNI kalah telak dari Belanda.

Fakta sejarah: Operasi Trikora gagal total. Ribuan anggota TNI gugur di hutan belantara Papua tanpa pernah berperang dgn musuh (pasukan Belanda).
Fakta sejarah: Hampir 10 ribu tentara RI mati di hutan belantara Papua krna malaria, kelaparan, kedinginan dll, bukan karena bertempur.
Fakta sejarah: Armada AL RI gagal menembus Blokade Papua. Dari 25 kapal perang, hanya 3 yang bisa menuju ke Papua Barat dan tenggelam digempur Armada Belanda.
Fakta sejarah: 25 kapal perang RI dibeli dengan pola utang dari Uni Soviet, tidak bisa menuju ke Papua karena tidak ada BBM, mangkrak di Makassar.

Kekalahan telak Operasi Trikora sangat memalukan Soekarno yang sudah terlanjur berjanji kepada rakyat akan membebaskan Papua Barat, Soeharto kena getahnya.

Karakter Soeharto yang low profile, tidak suka berpolitik selama menjadi perwira TNI, membuat posisinya dianggap netral dan tidak berbahaya oleh PKI. Di internal TNI pada saat itu, harus diakui ada beberapa faksi. Ada faksi TNI yang  pro Soekarno seperti Jenderal Ahmad Yani, ada faksi pro Abdul Haris Nasution (anti PKI) dan TNI faksi pro PKI.

Dari Film G30S/PKI yang dibuat berdasarkan fakta sejarah itu, rakyat tahu bahwa sempat timbul prokontra di polit biro PKI mengenai Jenderal Ahmad Yani. Keputusan PKI untuk menculik dan membunuh Jend. A. Yani yang Soekarnois didebat anggota polit biro PKI. Akhirnya bulat disepakati Jend. A. Yani masuk daftar korban. Dokumen CIA menyebut bahwa keputusan PKI utk menghabisi Jend. A. Yani karena kekhawatiran Yani akan jadi masalah jika Soekarno meninggal dunia. Mayjen Soeharto hanyalah seorang  staf Letjen Ahmad Yani, Pak Harto tidak termasuk pimpinan TNI AD yang diperhitungkan PKI, inilah kesalahan fatal Gestapu PKI.

Laporan CIA jelas menyebut ada kesalahan analisa Polit Biro PKI dlm menyusun daftar korban. PKI tidak memperhitungkan kemampuan militer Soeharto. Secara politik, benar Mayjen Soeharto sudah tamat karena memalukan Soekarno, secara militer juga tamat karena hanya menjadi Panglima Pasukan Cadangan. Dari perspektif faksi militer, Soeharto tidak masuk faksi mana pun. Soeharto hanya dianggap bayang-bayang Letjen Ahmad  Yani. Lalu Gestapu pun dilancarkan PKI.
Pertanyaan besar tentang faktor keberhasilan Soeharto melakukan serangan balasan terhadap aksi Gestapu yang berujung kepada penumpasan PKI terjawab dalam Laporan CIA. Saat hampir semua pimpinan TNI AD yang anti PKI dan pro Soekarno sudah dibunuh PKI, yang tersisa hanya Mayjen Soeharto dan Jend. Nasution yang terluka.

Mengapa Soeharto bisa  memobilisasi TNI begitu cepat dalam jumlah besar..?
1. Sebagian besar Pasukan TNI ada di Jakarta dalam rangka HUT TNI 5 Okt 1965.
2. Soeharto adalah ex Panglima Trikora, satu-satunya Jendral yang berpengalaman memobilisasi pasukan TNI dalam jumlah besar luput dari analisa PKI. Soeharto selaku eks Panglima Operasi Trikora berpengalaman koordinasi dan mobilisasi pasukan dari tiga matra TNI.
3. Pengaruh Jenderal Nasution yang merupakan Jenderal yang paling senior ditubuh TNI yang turut menjadi korban berada dipihak Soeharto.

Soeharto sebagai mantan Panglima Operasi Trikora berpengalaman memimpin, memobilisasi ratusan ribu pasukan dari tiga matra TNI. Skak mat TNI membalas aksi PKI. Bagi Soeharto memerangi pemberontakan PKI 1965 sama seperti perang melawan pasukan Belanda. Hanya saja PKI lebih lemah daripada Belanda" .

Laporan CIA tentang G30S/PKI dan operasi penumpasan PKI yang baru diungkap setelah 30 tahun disimpan sebagai dokumen rahasia menjawab banyak pertanyaan rakyat. Jika bukan Mayjen Soeharto yang tersisa dan mengambilalih komando pimpinan TNI AD, sejarah Indonesia pasti berubah, RI SUDAH JADI NEGARA KOMUNIS. Banyak kemungkinan terjadi, dan semuanya lebih buruk, jika tidak ada Mayjen Suoeharto ketika Gestapu PKI terjadi.

Komunis Rusia setelah sukses melakukan Revolusi Bolsyewik 1917, melakukan pembersihan besar-besaran. Puluhan juta rakyat yang anti komunis dibunuh. Lalu Komunis China selama revolusi kebudayaan juga membunuh puluhan juta rakyat sendiri. Begitu juga yang terjadi di Vietnam, Kamboja, Laos, Kuba, dll. Kaum Komunis selalu membunuh jutaan rakyat mereka sendiri yang anti Komunis. Komunis di seluruh dunia sama. Sesama komunis bersaudara. Komunis tdk mengenal batas negara, mereka dipersatukan oleh Doktrin Komintern. Doktrin Komunis Internasional/komintern melahirkan konsistensi militansi setiap kader komunis. Ikatan Persaudaraan Komunis dunia sangat erat.

Kembali ke laporan CIA, Saya sungguh terharu membaca laporan tersebut karena membuktikan Sorharto tidak seperti tudingan sekolompok orang. Disebutkan bahwa setelah Soeharto berhasil memegang kendali TNI & memulihkan pemerintahan, CIA menawarkan banyak bantuan namun semua ditolak oleh Soeharto. Soeharto hanya mau berunding dengan CIA-AS jika prasyarat yang dimintanya disetujui oleh pemerintah AS, jika tidak maka tidak ada perundingan.

Apa syarat yang diajukan Mayjen Soeharto kepada CIA-AS..?  Soeharto bukan meminta senjata bukan pula uang suap, dan juga bukan info intelijen, SOEHARTO HANYA MEMINTA BERAS.
Pada masa itu Rakyat Indonesia menderita kelaparan dengan tingkat inflasi mencapai 650% (standar normal < 10%),  dan defisit mencapai 175% (standar normal < 2,5%). Bahan pokok kebutuhan rakyat sangat langka. Indonesia berada  dalam bahaya bencana kelaparan. Terbukti Soeharto lebih memikirkan nasib rakyat yang terancam mati kelaparan dengan meminta AS kirim beras ke Indonesia.  Rakyat  Indonesia berhutang nyawa kepada Soeharto.

CIA awalnya menolak permintaan Soeharto, AS bisa bantu kirim senjata dll tapi tdk bisa mengirim beras. Apalagi sebanyak 400.000 ton.  AS menyatakan tak bisa. CIA membujuk Soeharto akan membantu apa saja selain beras, karena anggaran bantuan beras oleh Presiden AS tidak masuk APBN AS. Proses persetujuannya menjadi rumit. Soeharto tetap pada sikapnya, AS kirim beras ke Indonesia secepatnya, baru TNI akan berunding dengan AS. Sampai disini CIA tidak punya pilihan kecuali lapor ke Lyndon B Johnson.

Gara-gara permintaan aneh dari Soeharto kepada AS, Presiden Lyndon B Johnson terpaksa jungkir balik memenuhinya. Lyndon B Johnson melobi senator dan anggota kongres untuk memenuhi syarat yang diajukan Soeharto. Mengapa AS repot-repot bersedia memenuhi permintaan mayjen Soeharto..? Itu karena AS menganggap  keberhasilan Soeharto menggagalkan PKI berkuasa telah meringankan beban berat AS. Perang Dingin Barat vs Komunis sedang pada puncaknya. Banyak negara di dunia telah dicengkram Komunis. Di Asia Tenggara hampir semua negara jatuh ke tangan Komunis.
Keberhasilan TNI AD menggagalkan PKI/Komunis berkuasa tanpa campur tangan AS merupakan anugerah terbesar untuk AS yang sedang frustasi karena Komunis. Kekhawatiran AS bahwa teori domino juga terjadi di Asia Tenggara telah dipatahkan Soeharto tanpa bantuan AS yang saat itu sedang trauma karena kalah dimana-mana. AS lega, Asia Tenggara gagal dikuasai komunis, Australia lepas dari ancaman ditelan setan komunis. Karena jika RI jatuh, Australia pasti jatuh. Bahkan Malaysia juga lepas dari ancaman setan komunis. Di Philipine kelompok komunis dipaksa menyingkir ke hutan.

Teori Domino: jika di suatu kawasan sudah ada 2-3 negara yg dikuasai komunis maka Negara-negara komunis tersebut akan membantu komunis di negara tetangga, dan akhirnya semua negara di suatu kawasan tertentu akan jatuh ke kekuasaan komunis. Sungguh Mengerikan..!! ALHAMDULILLAH RI GAGAL DIKUASAI PKI.

Pemerintah AS sangat berterima kasih atas jasa besar Soeharto yang menggagalkan komunis menguasai Indonesia yang berdampak kepada selamatnya Australia, New Zealand, Malaysia dan beberapa negara Asia Tenggara lainnya. Salah satu bentuk terima kasih AS adalah dengan menekan Belanda dan pengaruh PBB agar Papua Barat diserahkan kepada RI. Freeport sebagai jaminan AS di Papua. Keberadaan Freeport yang berentitas AS di Papua, menjamin keutuhan NKRI. Tidak ada kekuatan asing yang berani usik Papua sebagai bagian integral NKRI.

AS membantu revitalisasi alutsista TNI yang berguna dalam operasi penumpasan PKI, juga laporan intelejen dari CIA yang memuat daftar nama-nama kader PKI. Karena kemiskinan/kebodohan adalah faktor utama tumbuh suburnya komunisme Rezim ORBA diberi pendampingan konsep dan program pembangunan oleh AS.

Fakta sejarah itu sengaja diputarbalikan oleh kader-kader dan simpatisan PKI dan dijadikan fitnah oleh kader PKI untuk menyerang Soeharto dan TNI.

Untuk mencegah pembodohan bangsa dari propaganda komunis, langkah Panglima TNI untuk memutar kembali Film G30S/PKI itu sudah tepat. Itu karena Film G30S/PKI sebagian besar dibuat berdasarkan kesaksian keluarga para jenderal yang menjadi korban kebiadaban PKI dan kesaksian Polisi Sukitman. Jadi dapat dikatakan bila 80% isi Film G30S/PKI adalah berdasarkan fakta sejarah dan sebagian lagi adalah hasil buah pikiran
sutradaranya.

--00--

--00-- 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar